Monday, February 11, 2013

Sejarah Perpustakaan


SEJARAH PERPUSTAKAAN


       A.    Sebelum Masehi
Jauh sebelum buku banyak dikenal banyak orang, istilah perpustakaan juga belum banyak diketahui orang. Tapi dapat dipastikan bahwa perkembangan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dengan sejarah manusia, karena perpustakaan merupakan produk manusia itu sendiri. pada masa awal perkembangan manusia, hidup yang nomadden berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain, mencari makan dari alam-berangsur angsur berubah menjadi kehidupan yang berbudaya, memiliki tempat yang tetep untuk berbudaya dan mata pencaharian.
Pengalaman yang didapat dari cara hidup nomadden dan kebutuhan inforormasi antar sesama dan bagi mana cara menyampaikaan pesan agar bisa diterima kerabatnya. Bermula dari kebutuhan  itu, mereka memiih cara menuliskan pesan yang berupa candi atau isyarat di batu-batu,daun dan lontar, batu atau pohon yang dipahatkan. Berangsur angsur komunikasi tidak hanya terjadi dalam satu kelompok saja melainkan juga meluas pada antara kelompok, dan bahasa yang diuunakan sudah mengguanakan bahasa lisan dan tulisan.
Perpustakaan pada masa lampau belum seperti sekarang namun atsmosfirnya sudah mulai tampak dengan adanya tulisan atau pahatan di pohon atau batu atau benda lain , yang digunakan sebagai cantuman mengenai apa yang dikatakan atau diketahui pada masa lampau, sehingga dapat dikietaui dan dibaca oleh orang lain.
Lambat laun catatan seperti tersebut dianggap kurang praktis, maka pada abad 2500 SM di Mesir ditemukan bahan tulis berupa papyrus yang dibuat dari sejenis rumput pada sungai  Nil. Dari kata papyrus itulah berkembanglah istillah paper, papiere yang berarti kertas.

       B.     Sesudah Masehi
Papyrus masih digunakan untuk menulis pada abad 700-an M. kemudia mulai digunakan bahan lain seperti kulit binatang, besi dan lain lain.
Sekitar abad pertama masehi jenis bahan yang mirip dengan kertas yang ditemukan di china. Namun karena ketatnya seleksi barang yang masuk ke china penemuan itu tidak di kenal di eropa hingga tahun 1150-an M. hal ini menjadikan perkembangan perpustakaan di Eropa menjadi lambat.
Ketika kertas sudah dikenal, sementara percetakan masih primitive, di Eropa barat sudah dikelal penerbit bernama incunabula, yaitu buku yang di cetak dengan menggunakan tehnik bergerak(movable type) sebelum tahun 1501. Semua itu merupakan bahan tulisan yang bagus, kuat dan tahan lama tapi produknya terbatas. Karena itu perpustakaan di Eropa timur hanya menyimpan manuskrip(tulisan tangan yang lazim)
Manuskrip pada umumnya berbentuk gulungan atau schroll. Sebelum itu orang Eropa sudah berhasil membuat buku dalam bentuk lembaran yang dijilid yang diletakan diantara dua papan kayu dan dilapisi dengan kulit binatang buku semacam ini di yunani di sebut dengan codex atau codice.
Dari kenyataan di atas maka nyatalah bahwa peradapan china lebih maju di banding peradapan eropa barat. Misalnya dalam hal cetak mencetak orang orang china telah menemukan jenis cetakan berupa catatan pada blok kayu.
Teknik tersebut baru dikenal di eropa barat sejak tahun 1440M, saat Johannes Gutenberg dari kota mainz, jerman mencetak buku dengan tipe cetak gerak. Namun karna tekniknya masih sederhana, maka hasilnya pun masih sederhana bila dibandingkan dengan cetakan buku sekarang. Buku yang diterbitkan pada masa ini hingga abad ke-16 dinamakan incunabula
Mesin cetak temuan Gutenberg kemudian dikembangkan lagi sehingga mulai abad ke-16 percetakan buku dalm waktu yang sinngkat mampu menghasilkan ratusan eksemplar. Hasilnya bagi perpustakaan adallah terjadinya revolusi perpustakaan. Artinya dalam waktu singkat perpustakaan diisi dengan buku cetak revolusi yang mrip sama terjadi 400 tahun kemudian, ketika bukku mulai digantikan dengan buku elektronik. Dari jerman kemudian mesin cetak tersebar ke seluruh eropa dan kembali lagi ke asia.
Penyebaran teknik dan keahlian cetak itu tersebar keseluruh eropa bersamaan dengan lahirnya paham baru yang timbul akibat  reasinnance timbullah romantika romantic yang menimbulkan logika dalam berbagai penemuan dan menentang usaha mendominasi gereja di segala bidang. Bentuk penentangan ini mendapat bantuan pesat berkat adanya mesin cetak. Ketika martin luther menemprelkan  protesnya di gereja wittwnberg pada tahun 1571. Inilah hasil sampingan ditemukanya mesin cetak serta dampaknya terhadap perpustakaan.
Mesin cetak yang diasosikan dengan buku menimbulkan dampak sosial yang besar. Hal ini sering berakhir dengan pelarangan buku yang menentang kekuasaan. Alasan lain menulis buku adallah sebagai mata pencaharian. Banyak orang hidup hanya dengan menulis buku saja. Alasan lain adallah untuk melakukan komunikasi antara penulis formal dengan pembacanya.






      C.    Perkembangan Perpustakaan Klasik di Bernagai Negara
              1.      Sumeria dan Babylonia
Perpustakaan sudah dikenal sejak 3000 tahun lalu. Penggalian di bekas kerajaan Sumaria menunjukan bahwa sekitar  3000 tahun yang lalu telah menyalin rekening, jadwal kegiatan, pengetahuan yang mereka peroleh dalam bentuk lempeng tanah liat(clay tablets). Tulisan yang mereka gunakan msih berupa gambar kemudian ke aksara Sumaria. Tulisan sumeria kemudidn diubah dalam tulisan paku(cunciform) karena mirip paku. Semasa pemerintahan raja Ashurhanipal dan Assyira (sekitar tahun 668-626 SM) didirikan perpustakaan kerajaan ibu kota Nineveh, berisi puluhan ribu lempeng tanah liat yang dikumpulkan dari segala penjuru kerajaan. Untuk mencataat koleksi digunakan sistem subyek serta tanda pengenal pada tempat penyimpanan. Banyak dugaan bahwa perpustakaan ini terbuka bagi banyak kawula kerajaan.
               2.      Mesir
Pada masa yang hampir bersamaan peradapan Mesir pun mengalami perkembangan. Teks tertulis paling awal yang ada di perpustakaaan Mesir berasal dari tahun sekitar 4000 SM, namun gaya tulisaan nya berbeda dengan tulisan Sumeria. orang Mesir menggunakan tulisan yang di sebut hieroglyph. Tujuan hieroglyph ialah memahatkan pesan terakhir di monumen untuk mengagungkan raja. Perpustakaan di Mesir maju karena penemuan penggunaan rumput papyrus sekitar tahun 1200 SM.  Umumnya tulisan hieroglyph hanya dipahami oleh pendeta, karena itu banyak ditemukan di kuil-kuil berisi tulisan resmi, pengumuman, filsafat ilmu pengetahuan dan sejarah. Perkembangan perpustakkan di Mesir terjadi semasa khufu, khafre, dan rames II sekitar tahun 1250 SM. Perpustakaan raja Rames II memiliki koleksi sekitar 20.000 buku.

                 3.      Yunani
Peradapan yunani mengenal tulisan mycena sekitar tahun 1500 SM. Tapi kemudian, tulisan itu lenyap tergantikan oleh 22 aksara penemuan orang Poenichia, yang dikembangkan  menjadi 26 aksara seperti yang kita kenal dewasa ini. Yunani mulai mengenal perpustakaa milik Peistratus (dari Athena) dan Polyerratus (dari samos) sekitar abad ke-6 dan ke-7 dan Pericies sekitar abad ke-5 SM. Pada saat itu membaca merupaka pengisi waktu senggang dan merupakan awal dimualainya perdagangan buku. Filsuf Aristoteles dianggap orang yang pertama mengumpulkan, menyimpan dan memfaatkan budaya masalalu. Koleksinya kelak di bawa ke Roma.
Perkembangan perppustakaan pada masa yunani mencapai puncaknya semasa abad hellenisme, yang ditandai dengan penyebaran ajaran dan kebudayaan yunani. Perpustakaan utama terleta dikota Alexandria Mesir dan kota Pergamun di Asia kecil. Di kota Alexandria berdiri sebuah museum yang didalamnya perpustakaan dengan tujuan mengumpulkan text yunani dan manuskrip dalam berbagai bahasa dari berbagai penjuru. Berkat usaha Demertrius dan Phalerum, perpustakaan Alexandria berkembang sangat pesat dan koleksi pertamanya sekitar 20.000 gulungan papyrus hingga nantinya mencapopai 700.000 gulungan pada abad pertama  SM.
Perpustakaan kedua disebut Serapeum. Disini koleksi yangn dimiliiki sejumlah 42.800 gulungan terpilih. Kelak berkembang mencapai 100.000  gulung. Semua gulungan papyrus ini di taruh dan disunting menurut bentuknya, dann diberi catatan untuk disusun menjadi bibliografi sastra yunani. Semua sastrawan yunani ini merupapkan ilmuan ulung termasuk pujangga Calllimacus yang menyusun 120 jilid bibliografi sastra yunani.
Sepertihalnya Alexandria, kota Pergamun di Asia kecil menjadi pusat belajar dan kegiatan sastra. Pada abad ke-2 SM, eumenes II mendirikan sebuah peerpustakaan dan mulai mrngumpulkan semua manuskrip, bahkan bila perlu membuat salinian manusakrip lain. Jumlah buku pada perpustakaan Pergamun meemcapai 100.000 gulungan yang nantinya akan diserahkan pada perpustakaan Alexandria sehingga pada masa itu perpustakaan Alexandria menjadi perpustakaan terbesar dijamannya.

                 4.      Roma
Perpustakaan pribadi mulai tumbuh karena para perwira tinggi banyak yang membawa rampasan perang seperti buku. Juleus Caesar bahkan memerintahkan bahwa perpustakaa dibuka untuk umum. Perpustakaa kemuadian tersebar keseluruh kerajaan roma. Pada masa ini muncul buku baru yang bernama codex. Perpustakaan ini mulai mengalami kekmunduran pada masa kerajaan Roma mulai mundur. Hingga akhirnya yang tinggal hanyalah perpustakaan biara, yang lain musnah akibat serangan orang orang barbat.

                 5.      Byzantium
kaisar konstain Agung menjadi raja Roma barat dan timur pada tahun 324. Ia memilih kota Byzantium, kemmudian diubah menjadi kota konstantinopel. Ia mendirikan perpustakaan kerajaan dan menekankan karya latin, karena bahsa latin merupakan bahaasa resmi hingga abad ke-6. Koleksi ini kemudian ditambah dari karya Kristen dan karya non Kristen, dalam bahasa yunani maupun latin. Koleksinya tercatat hingga 120.000 buku. Waktu itu gereja merupakn pranata kerajaan yang sangat penting. Sehingga di setiap gereja diwajibkan membangun perpustakaan . sehingga perpustakaan gereja berkerja sangat pesat. Kerajaan ini bertahan hingga abad ke-15. Pada pertengahan abad ke-7 hingga abad ke-9 terjadi kontrafensi mengenai ikonoklasme. Akibat larangan ini banyak bihara yang di tutup dan hartanya di sita dan kemudian biarawan yunani mengungsi ke india. Selama 300 tahun karya yuunani disalin, di tulis kembali, diberi komentar dibuat ringkasan sastra yunani bahkan juga dikembangkan ensiklopedia dan leksikon mengenai yunani.

                  6.      Arab
Orang arab berhasil dalam bidang perpustakaan dan berjasa besar dalam  penyebara ilmu pengetahuan dan matematika ke eropa.  Dalam penaklukan ketimur orang arab telah mengetahui cara pembuatan kertas dari cina. Pada abad ke-8 di Bagdad telah berdiri pabrik kertas. Teknik pembuatan kertas hamper selama lima abad dikuasi oleh orang arab. Karena harganya murah, banyak dan mudah ditulis, mak produksi buku melonjak dan perpustakaan berkembang dengan sangat pesat. Begitupun perpustakaan mesjid dan lembaga pendidikan. Perpustakaan kota Shiraz memiliki catalog, disusun menurut tempat dan dikelola oleh staf perpustakaan. Pada abad ke-11 perpustakaan Kairo memiliki sekitar 150.000 buku.
Di Spanyol orang arab mendirikan perpustakaan cordoba yang memiliki400.000 buku. Di perpustakaan Cordoba , Tolledo dan Seville karya klasik diterjemahkan kedalm bahsa arab dari bahasaSyriac. Ketika spanyol direbut tentara Kristen, ribuan karya klasik ini di ketemukan, ke mudian diterjemahkan kedalam bahsa latin dan disebarkan ke seluruh Eropa.

                  7.      Renaissance
Renaissance mulai dari abad ke-14 di Eropa Barat. Secara tidak langsung, Renaissance tumbuuh akibat pengungsian ilmuan Byzantium dan konstantiinopel. Mereka lari karena ancaman pasukan Otonom dan Turki. Sambil mengungsi ilmuan membawa serta manuskrip penulis kuno ilmuan italia menya,buut kedatangan ilmuan Byzantium ini dan mendorong pengembangan kajia yunani dan latin karya ini kemudian tersebar ke Eropa Utara dan Barat. Sebagia disimpapn diperpustakaan Biara maupun Universitas yang mulai tumbuh.

                 8.      Penyusunan Al-Quran dan Hadis Sebagai Kebangkitan Perpustakaan Islam
 Ibnu Abbas mengatakan, ketika Rasulullah menerima wahyu dia menggerak    gerakan lidah dan bibirnya agar tidak lupa wahyu apa yang dia  terima menggerakan lidah dan bibirnya ini sebagai tanda bahwa dia selalu menghafalkan wahyu yang Ia teriima. Dengan cara inilah Rasulullah mengumpulkan semua ayat Al-Quran yang diterimanya.
Lambat laun pengertian mengumpualkan dengan menghafal itu bergeser ke pengumpulan nah-nash yang tertulis. Awalnya diantara sahabat Nabi menulis Al-Quran hanya untuk dirinya sendiri. Namun kemudian Nabi memerintahkakan agar ditulis dengan rapid an menjadikanya sebuah kitab. Mereka menuliskannya di atas pelepah daun kurma, di batu , pelepah dammar,papapnpp, potongan kulit, kayu yang di letakkan di atas punggung keledai, dan tulang-tulang.
Pengumpulan Al-Quran terjadi pada masa kekhalifahan Abu Bakar Asydiq. Bermula dari kekhawatiran sahabat akan kelestarian Al-Quran setelah Rasul wafat, maka Abu Bakar memerintahkan agar wahyu-wahyu yang diulis itu untuk disalin kembali, dan mushanya itu di serahkan  kepada Abu BAkar. Oleh Abu BAkar mushaf itu disimpan, dan kemudian diserahkan kepada Umar.  Sampai akhirnya Umar pun wafat dan diserahkan kepada Usman sebagai penggantinya. Pada masa inilah awal perkembangan perkumpulan cantuman(record). Sampai pada penyebaran islam ke berbagai wilayah. Cantuman ini meluas dan dipergunakan di berbagai daerah.

            D.    Kondisi Menguntungkan dari Pengembangan
dari perkembangn perpustakaan dari hamper 5000 tahun itu, pembaca dapt menyimak adanya kondisi yang menguntungkank dari perkembangan perpustakaan. Di samping itu ada pula kondisi yang menghambat pertumbuhan perpustakaan  sehingga perpustakaan tidak mengalami pertumbuhan secara wajar. Menurut para penulis perkembangan perpustakaan tidak terlepas dari perkembangan masyarakat. Kondisi masyarakat sangat mempengaruhi perkembangan perpustakaan. Dengan kata lain perpustakaan mencerminkan kebutuhan social, ekonomi, cultural dan pendidikan suatu masyarakat. Bila kebutuhan itu terpenuhi maka masyarakat akan menuntut pembangunan perpustakaan. Namun bila belum dirasakann umumnya perpustakaan tidak dapat berkembang subur. Hal ini tercermin dalam Negara maju dan berkembang. Di Negara maju kebutuhan ekonomi sudah di penuhi dan meningkat ke kebutuhan cultural. Kebutuhan cultural ini antara lain dipenuhi dengan penyediaan buku oleh perpustakaan, khususnya oleh perpustakaan umum. Di Negara berkembang masyarakat masih bbergulat dengan kesulitan ekonomi sehingga kebutuhan yang mendesak ialah kebutuhan pangan, pakaian dan papan. Dengan demikian kebutuhann cultural dirsakan sebagai kebutuhan yang kurang mendesak sehigga membaca adallah hanya membuang waktu saja. Karena itu perkembangan perpustakaan umum dinegara berkembang lebih lambat dibanding dengan negara maju.

            C.    Perpustakaan Dulu, Kini, dan EsokPerkembangan perpustakaan secara internasional meliputi berbagai benua, yaitu Afrika, Asia, dan Australia, Eropa dan Amerika. Kemudian dikuti oleh perkembangan perpustakaan universitas, perpustakaan akademi dan perpustakaan umum.



      SUWARNO,Wiji.DASAR DASAR ILMU PERPUSTAKAAN.Jogjakarta:AR-RUZMEDIA,2010

0 comments: